Sabtu, 10 September 2022

Refleksi Diri CPP

 

Sumber Gambar: Private Documen (With Canva)


Pengajar Praktik Guru Penggerak merupakan salah satu komponen dari bagian Program Pendidikan Guru selain Guru penggerak dan Fasilitator. Tugas utamanya adalah sebagai pendamping guru penggerak dalam proses pendidikan Guru Penggerak

Oleh karena sebagai seorang calon pengajar praktik, saya harus memahami tugas dan peran sebagai seorang pengajar praktik agar pendampingan yang dilakukan bersama calon guru penggerak dapat berjalan dengnan baik.Tugas saya sebagai pengajar praktik yaitu berperan melakukan pendampingan individu, memfasilitasi lokakarya, mengevaluasi dan memberi umpan balik kepada Calon Guru Penggerak, membuat laporan capaian perkembangan Calon Guru Penggerak, serta memfasilitasi proses refleksi dan rencana tindak lanjut. 

Pembekalan Calon Pengajar Praktik telah banyak memberikan pembelajaran, pengalaman, motivasi, semangat dan banyak hal positif sebagai bekal untuk menjadi seorang pengajar praktik dalam program pendidikan guru penggerak yang nantinya dapat diterapkan pada saat melakukan pendampingan terhadap calon guru penggerak. 

Sesuai dengan ilmu yang saya dapatkan selama mengikuti pembekelan CPP, oleh karena itu saya ingin menjadi seorang calon pengajar praktik yang merdeka dan menjadikan CGP yang merdeka pula yaitu:

  • Pengajar Praktik yang empati, agar dapat merasakan apa yang dirasakan oleh CGP selama mengikuti program pendidikan guru penggerak yaitu memahami situasi dan kesulitan yang dialami oleh semua CGP.
  • Pengajar Praktik yang Obyektif, berbasis data dan berdasarkan kebutuhan serta bersikap netral terhadap semua CGP yaitu tidak memihak dengan salah satu CGP
  • Pengajar Praktik yang berkesadaran diri yaitu dengan sepenuh hati mendampingi CGP dengan penuh kesabaran dan keihklasan
  • Pengajar praktik yang demokratis, menghargai setiap perbedaan, keberagaman, toleransi dan menjalin hubungan yang positif dengan CGP
  • Pengajar Praktik yang bersikap terbuka, setiap CGP memiliki potensi/kekuatan yang dapat digali dan kembangkan untuk meghadapi segala tantangan selama mengikuti pendidikan guru penggerak
  • Pengajar praktik yang tidak hanya memikirkan target penyampaian materi (hasil), melainkan proses belajar para CG
  • Pengajar praktik yang Jujur, terbuka, apa adanya saat memberikan merespon, umpan balik atau refleksi terhadap CGP

Sebagai seorang pengajar praktik yang telah mendampingi para CGP dalam program pedidikan guru penggerak, dan setelah para cgp menyelesaikan pendidikan guru penggerak, saya sangat berharap agar para guru penggerak memahami dan menjalankan perannya dengan baik sesuai dengan nilai-nilai yang dimiliki sebagai seorang guru penggerak yaitu  menjadi guru penggerak yang mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak pada murid, dengan demikian guru penggerak akan benar-benar menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila

Peran guru penggerak yang harus dilakukan oleh seorang guru penggerak setelah menyelesaikan program pendidikan guru penggerak adalah adalah

  • Menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahny
  • Menjadi Pengajar Praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah
  • Mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekola
  • Membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
  • Menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah

Selain itu seorang guru penggerak harus memilki kesabaran dan keiskhlasan untuk menjalankan perannya sebagai seorang guru penggerak, semangat untuk terus belajar, belajar dimana saja kapan saja dan dengan siapa saja, belajar untuk merefleksikan pengalaman pembelajaran karena kita belajar bukan dari penglaman melainkan belajar dari merefleksikan pengalaman tersebuat dengan melihat sisi positif dan negatif dari proses belajar tersebut sebagai langkah awal untuk perbaikan kedepan. teruslah menjadi pelopor dalam sebuah perubahan yang lebih baik.

Sebagai seorang calon pengajar praktik yang sebelumnya juga pernah melakukan pendampingan terhadap guru-guru dalamsebuah pelatihan yang diselenggaran oleh Dinas Pendidikan, P4TK Penjas BK dan Komunitas Pendidikan dan KKG, saya menyadari bahwa keberhasilan kegiatan tersebut tidak semata-semata karena peran saya sebagai seorang pendamping namun adanya kolaborasi dan kerjasama yang apik dari berbagai pihak hingga kegiatan pendampingan tersebut bisa berjalan dengan baik. dan peran saya sebagai seorang pendamping harus memilki persiapan yang matang seperti, materi, mengetahui target peserta, mengetahui konsep dan tema kegiatan, memastikan rudown acara, pengadaan peralatan yang akan saya gunakan dalam proses pendampingan, peka terhadap situasi pendampingan selain itu harus memilki rasa percaya diri yakni dengan mengajak peserta untuk belajar bersama meskipun berbeda usia, sosial, pendidikan dall. sebagai seorang pendamping agar pendampingan yang kita lakukan berhasil harus bersikap obyek dan ramah kepada semua peserta.

 

Terimaksih

Semoga bermanfaat 

 Semangat belajar bergerak dan berbagi untuk negeri

“Perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.”

( Mas Nadiem )

 


Selasa, 06 September 2022

Koneksi Antar Materi

 

 Sumber Gambar: Private Dokumen

PEMBELAJARAN YANG MEMERDEKAKAN

Belajar Bergerak dan Berbagi Untuk Negeri

Hal-hal yang selaras dengan praktik prinsip pendidikan yang memerdekakan adalah prkatik pembelajaran yang relevan dengan pemikiran/filosofi KH Dewantara. KH Dewantara (KHD) berpendapat bahwa Pendidikan memberi tuntunan (menuntun) terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat yaitu menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak dan anak bukanlah kertas kosong sebagaimana teori tabularasa, karena pada dasarnya anak lahir dengan kekuatan kodrat yang masih samar yaitu watak bawaan yang diturunkan dari kedua orang tuanya, namun masih samar/ belum tampak.

Peran kita sebagai seorang pendidik adalah menuntun tumbuh kembangnya kodrat tersebut, yaitu menuntun yang sesuai system Among, Sistem among adalah sistem pendidikan yang mengusung nilai dan budaya lokal Indonesia untuk mencetak generasi penerus yang beriman dan bertaqwa, berbudi pekerti luhur, cerdas dan berketerampilan. Di dalam sistem among guru sebagai pembimbing serta fasilitator bagi anak. Sistem among adalah sistem pendidikan yang mengusung nilai dan budaya lokal Indonesia untuk mencetak generasi penerus yang beriman dan bertaqwa, berbudi pekerti luhur, cerdas dan berketerampilan. Tujuan sistem among adalah untuk membangun anak didik menjadi manusia beriman dan bertakwa, merdeka lahir batin, budi pekerti luhur, cerdas dan berketrampilan, serta sehat jasmani ruhani agar menjadi anggota masyarakat yang mandiri dan bertanggung jawab atas kesejagteraan tanah air serta manusia pada umumnya.

Nilai-nilai luhur pemikiran KH Dewantara mampu menembus lintas zaman untuk memberikan tuntunan kepada pendidik dalam memberikan pendidikan yang berpusat pada siswa yaitu pendidikan yang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman, seorang pendidik (Guru) untuk mampu menjadi role model bagi siswa. Peran ini memantik nurani Guru untuk menjiwai sistem among dalam penjabaran Ing ngarso sung tuladha, Ing madya mangun karso, dan Tut wuri handayani  untuk dapat menuntun tumbuh kembang siswa secara optimal tanpa adanya hukuman dan paksaan kepada anak didik karena hal tersebut akan mematikan jiwa merdeka serta mematikan kreativitasnya. Upaya pendidikan tersebut dapat kita lakukan melalui konsep teori trikon yaitu kontinu (pendidikan harus dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan), konsentris (pendidikan harus sesuai dengan budaya dan nilai luhur bangsa, kenvergen (mengembangkan mutu pendidikan agar setara dengan pendidikan yang maju)

Konsep pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara didasarkan pada asas kemerdekaan, memiliki arti bahwa manusia diberi kebebasan dari Tuhan yang Maha Esa untuk mengatur kehidupannya dengan tetap sejalan dengan aturan yang ada di masyarakat. Maka dari hal itu, diharapkan seorang peserta didik harus memiliki jiwa merdeka dalam artian merdeka secara lahir dan batin serta tenaganya dan esensi kemerdekaan berpikir harus didahului oleh para guru sebelum mereka mengajarkannya pada siswa-siswi. Merdeka Belajar diharapkan dapat memperbaiki proses belajar mengajar agar dapat berdampak baik dalam aspek kehidupan. Mulai dari aspek fisik, mental, jasmani dan rohani dalam dunia pendidikan. 

Pendidikan yang memerdekakan berarti pendidikan yang berhamba/berpihak pada anak yakni pendidikan harusnya berpusat pada peserta didik yakni peserta didik bukan dilihat sebagai objek namun dijadikan sebagai subjek. Berikan mereka kesempatan dan fasilitas mereka dalam mencapai tujuan pembelajarannya. anak didik diberi ruang kebebasan yang seluas-luasnya untuk mengeskplorasi potensi diri serta berekspresi secara kreatif serta didukung penuh oleh guru sebagai fasilitator yang melayani dan menuntun proses pengekspresian potensi-potensi anak didik agar terarah positif dan anak didik kita memukan jalannya sendiri menuju versi terbaik dari dirinya.

Sebagai peorang pendidik harus menyadari bahwa yang menjadi dasar kita untuk mewujudkan pendidikan yang merdeka adalah dengan sebuah kesadaran atau komitmen untuk mewujudkan sebuah pendidikan yang memerdekakan, pendidikan yang memanusiakan, dan berpihak pada murid, nilai utama setiap pendidik adalah menjadi teladan, pembangkit semangat, dan pemberdaya menuju kemerdekaan peserta didik. Jadi sebenarnya logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Tut Wuri Handayani, sebuah komitmen, bahwa kita harus mencetak manusia-manusia yang merdeka. Sebagai seorag pednidik harus mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Maka tak berlebihan bila konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang menekankan pentingnya kemerdekaan ini perlu menjadi inspirasi bagi semua guru dan sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan berpihak pada murid. Pendidikan yang memerdekakan adalah sebuah penyelenggaraan pembelajaran yang memerdekakan semua pelaku di dalamnya. Baik itu pendididk, murid, orang tua murid dan seluruh stake holder sekolah termasuk ligkungan tidak hidup yang ada di sekolah. Pemanfaatan kekuatan yang dimiliki oleh ekosistem abiotic dan abiotic merupakan fakotr utama yang dapat mendukung penyelenggaraan pembelajaran dengan prinsip pendidikan yang memerdekakan karena dengan memanfaatkan aset semua ekosistem sekolah kita dapat melaksanakan kegiatan di sekolah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang kita miliki

Salah satu pemikiran yang tidak relevan dan perlu untuk dihilangkan saat ini adalah bahwa guru adalah satu-satunya penyampai informasi, menganggap semua siswa adalah sama menjadi tidak relevan ketika memiliki pandangan demikian dan sangat tidak sesuai dengan konsep merdeka belajar




Semoga Bermanfaat

Terimakasih



Kamis, 02 Juni 2022

Sebaik-baik Manusia

 


“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” 

(Hadits Riwayat ath-Thabrani, Al-Mu’jam al-Ausath, juz VII, hal. 58, dari Jabir bin Abdullah r.a.. Dishahihkan Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam kitab: As-Silsilah Ash-Shahîhah)

Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Seorang Muslim lebih diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain, bukan hanya mencari manfaat dari orang atau memanfaatkan orang lain. Ini adalah bagian dari implementasi konsep Islam yang penuh cinta, yaitu memberi.

Selain itu, manfaat kita memberikan manfaatkan kepada orang lain, semuanya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri.

Rabu, 13 April 2022

Berkah Ramadhan#2

 


رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ

Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami sebagai orang-orang Islam." (Tarjamah Tafsiriyah QS Al-A'raf: 126).

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1443 H / 2022


Berkah Ramadhan#1

 



  رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِ

Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (Surat Thaha: 25-28).

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1443 H / 2022


Selasa, 07 Desember 2021

Kurikulum Prototipe

 


Kurikulum prototipe diberikan sebagai opsi tambahan bagi satuan pendidikan untuk  melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024.

Kebijakan kurikulum nasional  akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.Kurikulum prototipe mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa, serta memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar.

Kurikulum prototipe melanjutkan arah pengembangan kurikulum sebelumnya:

  1. Orientasi holistik: kurikulum dirancang untuk mengembangkan murid secara holistik, mencakup kecakapan akademis dan non-akademis, kompetensi kognitif, sosial, emosional, dan spiritual.B
  2. erbasis kompetensi, bukan konten: kurikulum dirancang berdasarkan kompetensi yang ingin dikembangkan, bukan berdasarkan konten atau materi tertentu.K
  3. ontekstualisasi dan personalisasi: kurikulum dirancang sesuai konteks (budaya, misi sekolah, lingkungan lokal) dan kebutuhan peserta didik.

Karakteristik Kurikulum


Kurikulum prototipe memiliki beberapa karakteristik utama yang mendukung pemulihan pembelajaran:

  1. Pengembangan soft skills dan karakter (akhlak mulia, gotong royong, kebinekaan, kemandirian, nalar kritis, kreativitas) mendapat porsi khusus melalui pembelajaran berbasis projek.
  2. Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.
  3. Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid (teach at the right level) dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

Strategi Pengembangan


  1. Fokus kepada pelatihan Sumber Daya Manusia.
  2. Meningkatkan kapasitas guru dan tenaga kependidikan dalam menerapkan kurikulum prototipe.
  3. Mempercepat peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan secara masif agar siap menerapkan kurikulum prototipe.
  4. Mengembangkan komunitas belajar. Komunitas belajar dapat terdiri dari guru, KS, PS dari Sekolah Penggerak atau Guru Penggerak. Komunitas belajar ini memfasilitasi berbagi praktik baik penerapan kurikulum prototipe.
  5. Adopsi kurikulum dapat dilakukan secara bertahap (learning journey).

Penerapan kurikulum prototipe

Penerapan kurikulum prototipe dilakukan melalui tahapan berdasarkan kapasitas dan penetapan target oleh satuan pendidikan.


  1. Tahap 1 Kompleksitas Sederhana (Mengikuti contoh yang telah disediakan/dilatihkana)
  2. Tahap 2 Kompleksitas Dasar (Melakukan modifikasi mengacu contoh yang disediakan/dilatihkan.)
  3. Tahap 3 Kompleksitas Sedang (Melakukan pengembangan sesuai konteks satuan pendidikan dengan pelibatan warga sekolah dan masyarakat secara terbatas.)
  4. Tahap 4 Kompleksitas Tinggi. (Melakukan pengembangan sesuai konteks satuan pendidikan dengan pelibatan warga sekolah secara luas.)

Minggu, 14 November 2021

Belajar, begerak dan berbagi untuk Negeri

 



Sahabat Rumah Belajar yang hebat dan luar biasa, 
salam sehat dan tetap semangat

Mengajar adalah belajar, belajar dimana saja kapan saja dan dengan siapa saja. Belajar tidak kenal waktu dan tempat, setiap proses yang kita lalui dalam belajar mengajar maupun ketika kita melakukan pengembangan diri sebagai seorang guru, banyak pembelajaran yang didapatkan, bertambah ilmu, pengalaman serta semakin menyadarkan diri bahwa diri ini masih banyak kekurangan dan banyak hal hal yang harus diperbaiki dan ditingkatkan.  

Bersama pembaTIK 

PembaTIK kepanjangan dari Pembelajaran berbasis TIK, merupakan program Peningkatan Kompetensi TIK guru yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK Guru UNESCO.

Bersama PembaTIK banyak Manfaat yang didapatkan

  • Meningkatkan kompetensi literasi TIK
  • Meningkatkan kompetensi implementasi TIK
  • Meningkatkan kompetensi kreasi TIK
  • Meningkatkan kompetensi berbagi dan berkolaborasi
  • Mendapatkan sertifikat pada setiap level dengan skala nasional
  • Berkesempatan untuk menjadi Duta Rumah Belajar

Bersama pembTIK  terdiri dari 4 level yang harus dilalui yaitu level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi (4i leveling). dan saat ini telah berada di level 4 yaitu berbagi, dengan melalui tahapan bersama pembaTIK kini saatnya bergerak dan berbagi untuk negeri.

Berbagi untuk Negeri

Suatu kebahagiaan dan hal yang menyenangkan ketika bisa berbagi dengan para sahabat hingga ke ujung Tamiang, berbagi pengalaman, ide, inovasi dan praktik baik yang pernah saya lakukan. antusias para sahabat menambah semangat saya untuk terus belajar dan berbagi. 

Berbagi yang saya lakukan adalah dengan memanfaatkan media sosial sperti blog, youtube, fb watshaap, dll. berbagi dengan bertatap muka dengan melakukan sosialisa ke beberapa sekolah yang ada di Tamiang dan berbagi melalui virtualmeet dengan berkolaborasi bersama SRB Aceh Tamiang yaitu Ibu Eva Deliana Br Bangun dan Ibu Latifah.

Ketika berbagi dengan memanfaatkan media sosial saya menggunakan  konsep “Think twice Before Share” (Berpikir dua kali sebelum berbagi), dengan tahapan

  • Menentukan Tujuan sharing --->menentukan materi dan teknik sharing
  • Sasaran berbagi ---> media dan metode
  • Penyiapan materi --->(kemasan, kebenaran isi, kegunaan, nilai/value/kebaikan)
  • Pilihan jenis dan aplikasi media sosial
  • Teknik berbagi --->kolaborasi komunitas berbagi, kolaborasi beberapa media sosial, kolaborasi dengan teknologi komunikasi yang lain
  • Sikap berbagi memanfaatkan media sosial --->(Netiket dan responsif terhadap tanggapan)
Dengan “Berpikir dahulu sebelum berbagi” maka akan menjadikan saya bijak dalam memanfaatkan perangkat digital pada saat sharing di medsos

Ketika melakukan sosialisasi ke beberapa sekolah hal pertama yang saya lakukan adalah dengan membangun kominkasi efektif bersama seluruh stakeholder pendidikan yang ada di Aceh Tamiang, sepeerti Kepala Dinas Pendidikan, Kabid Gtk, Ketua PGRI, Ketua IGI, Kepala Sekolah SD Negeri Lung Manyo, SRB Aceh Tamiang-2021,Rekan Sejawat dll. Pada saat bernegosiasi atau pendekatan secara persuasi yaitu dilakukan dengan halus, luwes dan mengandung sifat manusiawi dengan komunikasi efektif dan negosiasi persuasif menghadirkan solusi yang terbaik.

SEMANGAT BELAJAR, BERGERAK DAN BERABAGI UNTUK NEGERI


Salam Rumah Belajar
Belajar dimana saja kapan saja dan dengan siapa saja

Pendidikan itu tidak hanya di dalam kelas, bukan hanya guru, tetapi juga orangtua, dan bagaimana kita berinteraksi dengan masyarakat."

( Mas Menteri_Nadiem Makarim)

Dengan adanya budi pekerti, tiap-tiap manusia berdiri sebagai manusia merdeka (berpribadi), yang dapat memerintah atau menguasai diri sendiri. Inilah manusia beradab dan itulah maksud dan tujuan pendidikan dalam garis besarnya

( KH Dewantara )

Thank you 

semoga bermanfaat



Sabtu, 13 November 2021

Rumah Belajar Menggelora Hingga ke Ujung Tamiang

 

 Alhamdulillah

Sahabat Rumah Belajar yang saya banggakan

Bersyukur dan bahagia kegiatan sosialisasi portal rumah belajar yang saya lakukan hingga portal rumah belajar dapat menggelora dan dinikmati oleh  sahabat hingga ke ujung Tamiang.  

Pengalaman baru bersama para sahabat yang ada di Aceh Tamiang, perjalanan dan kegiatan yang sangat berkesan selama melakukan sosialisasi portal rumah belajar, sapa rama tamah, senyum manis serta antusias sahabat dalam mengikuti kegiatan menambah semangat dan motivasi diri untuk terus belajar, bergerak dan berbagi praktik baik dengan seluruh sahabat yang ada di Aceh Tamiang.

Semoga sosialisasi ini bermanfaat dan menjadi inspirasi tuk diri dan para sahabat untuk terus belajar melakukan pengembangan diri demi terwujudnya profil pelajar pancasila, merdeka belajar dan pendidikan Indonesia yang lebih baik

berikut video perjalanan saya selama melakukan sosialisasi portal rumah belajar hingga ke ujung Tamiang


Rumah Belajar Menggelora Hingga ke Ujung Tamiang


Perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

( Mas Menteri_Nadiem Makarim )

Anyone can stell your idea, but no one can steal your execution 

Siapa pun dapat mengetahui ide Anda, tetapi tidak ada yang bisa mencuri eksekusi Anda

( Mas Menteri_Nadiem Makarim )


Jumat, 12 November 2021

Literasi Digital Bersama Rumah Belajar

 

Sahabat Rumah Belajar

Praktik baik yang dilakukan adalah Literasi Digital Bersama Rumah Belajar yaitu di SD Negeri Lung Manyo Kecamatan Manayak Payed Kabupaten Aceh Tamiang

Praktik Baik Literasi digital bersama Rumah Belajar merupakan program lanjutan yang pernah dilakukan pada aksi nyata saat mengikuti program Pendidikan Guru Penggeerak yaitu GELIGA ( Gerakan Literasi Digital ).

Kegiatan Literasi digital kali ini lebih menarik karena literasi digital dilakukan dengan memanfaatkan Portal Rumah Belajar.  bersama Rumah Belajar, Belajar dimana saja kapan saja dan dengan siapa saja.

Literasi Digital bersama Rumah Belajar yang dilakukan bertujuan untuk :

  • Memenuhi tugas PembaTIK Level 4
  • Memberi edukasi kepada peserta didik bahawa literasi bukan hanya sekedar membaca dan menulis
  • Memberikan edukasi kepada peserta didik bahwa literasi dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat digital
  • Memberikan edukasi kepada peserta didik agar peserta didik dapat memanfaatkan perangkat digital dengan bijak
Berikut adalah kegiatan Literasi Digital bersama Rumah Belajar yang saya lakukan di SD Negeri Lung Manyo Kecamatan Manyak Payed Kabuapten Aceh Tamiang

Literasi Digital Bersama Rumah Belajar


Semoga bermanfaat dan dapat menjadi motivasi diri untuk terus belajar dan berbagi

Salam rumah belajar

Belajar dimana saja kapan saja dan dengan siapa saja 


Pengaruh alam dan zaman adalah penguasa kodrat yang tidak bisa dihindari oleh manusia. Anak-anak adalah sebuah kehidupan yang akan tumbuh menurut kodratnya sendiri, yaitu kekuatan hidup lahir dan hidup batin mereka
( KH Dewanatar ) 

Terimakasih

Minggu, 07 November 2021

Kolaborasi dan Koordinasi

 


Sahabat Rumah Belajar ( Mariono abu Al Fayyadh )

Kolaborasi yang menarik, bersama sahabat rumah belajar yang cantik, tercipta koordinasi yang apik, untuk mensosialisasikan portal rumah belajar yang semakin di lirik, dan aksipun menjadi lebih asyik.

Bersama SRB_Aceh 

  • Ibu Eva Deliana Br Bangun 
  • Ibu Latifah

Kolaborasi adalah bentuk kerjasama, interaksi, kompromi beberapa elemen yang terkait baik individu, lembaga dan atau pihak-pihak yang terlibat secara langsung dan tidak langsung yang menerima akibat dan manfaat. 

Koordinasi ialah proses pengaturan, memadukan atau pengintegrasian kepentingan bersama untuk mencapai tujuan bersama secara efesien dan efektif.

Koordinasi dan Kolaborasi adalah salah satu kegiatan penting dalam menjalankan sebuah program atau untuk mencapai suatu tujuan agar tujuan atau program yang akan kita jalankan dapat tercapai dengan efektif dan efisien. 

Kolaborasi dan Koordinasi yang baik akan mencapai hasil yang lebih baik tentunya, melalui kolaborasi dan koordinasi semoga rumah belajar dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Aceh Tamiang

Dengan semangat dan optimis serta keikhlasan dalam mensosialisasikan protal rumah belajar agar dapat menjangkau dan dinikmati seluruh masyarakat hingga ke ujung Tamiang.


SRB_Bersama Bapak Bahtiar
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tamiang
 

SRB_Bersama Bapak Nurdin
Ketua PGRI Kabupaten Aceh Tamiang

Bersama Ketua Forum KKG, KKGPAI, KKGO 
Kabupaten Aceh Tamiang




Melalui ngerti, ngrasa, lan ngelakoni ( menyadari, mengisyafi, dan melakukan), budi pekerti yang dibentuk untuk merdeka dan mandiri akan hadir adab
( KH Dewantara )

salam rumah belajar
belajar dimana saja kapan saja dan dengan siapa saja







Strategi Efektif dalam Merancang Tujuan Pembelajaran

  Dokumen Pribadi  Strategi Efektif dalam Merancang Tujuan Pembelajaran  ABCD (Audience, Behavior, Condition, Degree) Tujuan pembelajaran ya...